Anda Lambat, Kau Kutinggal…

METROPOLITAN – Anda lambat, kau kutinggal. Itulah ungkapan yang dicetuskan Bupati Bogor Nurhayanti terhadap anak buahnya. Meski banyak yang menyangsikan rotasi pada Selasa (11/5) lalu dapat menurunkan besaran Sisa lebih Perhitungan Anggaran (Silpa) tahun mendatang, nenek dua cucu ini tetap pede alias percaya diri jika program-programnya di tahun ini bisa berjalan maksimal. Sayangnya, hal ini bertolak belakang dengan kenyataan yang didapat dari Kantor Layanan Pengadaan Barang dan Jasa (KLPBJ) Kabupaten Bogor.

Berdasarkan data KLPBJ, diketahui Dinas Bina Marga dan Pengairan (DBMP) sebelumnya menyumbang Silpa cukup besar dan belum menyelesaikan berkas proyek yang akan dilelangkan. Dari 200 lebih program, baru 85 kegiatan fisik yang sudah masuk Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kabupaten Bogor.

Sementara itu, proyek yang proses lelangnya telah didapatkan pemenang baru ada dua kegiatan. Yakni pem­bangunan Jalan Bojonggede-Kemang, pembangunan Jembatan Bojonggede-Kemang.

Kepala KLPBJ Kabupaten Bogor Budi Cahyadi Wiryadi mengakui proses lelang di tahun ini terasa cukup lambat. Namun, ia tetap optimis jika seluruh proyek dapat berjalan sesuai perencanaan. “Dibanding tahun lalu, proses tahun ini kelihatannya lebih lambat. Sebab, dari 85 itu juga baru proses tayang dan belum pengumuman. Namun, mudah-mudahan dalam pelaksanaannya cuaca bagus dan berharap jangan ada Silpa. Sebab, kita juga kan ingin sukses,” kata Budi CW.

Ia mengaku tidak bisa mengimbau apa-apa. Namun, ia berharap agar proses pengajuan masing-masing SKPD dapat dipercepat. Sebab jika pengajuan dari dinas lambat, maka pihaknya akan terlambat memprosesnya. “Ngapain di lama-lamain, tidak ada untungnya juga. Kita juga tidak mungkin main lelang, tetapi bahannya tidak ada. Kalau bahannya lambat, kita juga lambat menayangkannya,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Bogor Nurhayanti tetap optimis program kerjanya dapat berjalan maksimal. Lagipula, dari Silpa Rp1,135 triliun hanya 28 persen yang diakibatkan program tak terserap. Saat rapat paripurna pun ia telah meminta anak buahnya menyesuaikan percepatan pembangunan jika tak ingin ditinggalkan. “Anda lambat, kau kutinggal,” kata Yanti.

Disinggung soal banyaknya proyek yang gagal dan belum dilelangkan, ia pun menjawab dengan santai. “Kalau tidak ada peminat, mau diapakan. Apakah mau dipaksakan atau menunjuk langsung? Kalau begitu saya bisa melanggar aturan. Urang diborogot atuh, nyaho teu? (saya bisa dipenjara, red),” jawabnya.

Sebelumnya, Ketua PMII Kabupaten Bogor Badrul Munir mengatakan, meski adanya perombakan itu bisa menjadi penyegaran sejumlah pejabat. Namun, hal itu dianggap tidak menjamin kinerja SKPD bakal lebih baik. “Harapannya memang bisa lebih baik. Tetapi, saya kurang yakin kalau rotasi mutasi bisa menjamin kinerjanya lebih baik. Sebab, rombak SKPD bukan jaminan Silpa menurun,” sindirnya. (rez/c/feb/run)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s