Cinta Monyet Berujung Aborsi

on

METROPOLITAN | GUNUNGPUTRI – Fenomena cinta monyet berujung aborsi di wilayah timur Kabupaten Bogor makin menjamur. Salah satunya di Kecamatan Gunungputri. Pergaulan bebas di kalangan pelajar menjadi pemicunya hingga terpaksa hamil di luar nikah. Hanya bermodalkan Rp120.000, mereka pun nekat menggugurkan kandungan dengan mengonsumsi obat lambung dosis tinggi yang marak dijual di sejumlah apotek.

“Karena takut ketahuan orang tua, akhirnya aku gugurin pakai obat keras untuk lambung. Banyak kok di apotek,” ujar gadis warga Desa Tlajungudik, Kecamatan Gunungputri, IM (19), kemarin.

Hasil penelusuran ke salah satu apotek di bilangan Gunungputri ternyata memang benar. Obat penggugur kandungan itu sangat mudah ditemui. Satu butirnya hanya Rp50.000. Untuk menggugurkan kandungan cukup mengonsumsi dua-empat. “Ada, mau berapa tablet,” ujar penjaga toko obat, Nengsih.

Wanita berbibir merah itu pun memberikan resep agar janin cepat keluar. “Minum empat sekaligus, paling 2 sampai 3 jam juga keluar,” tuturnya sembari menyunggingkan bibirnya.

Sementara itu, Kapolsek Gunungputri Kompol Hadiwijaya mengaku kewalahan menanganinya. Ia pun mengimbau orang tua lebih mengawasi anak-anaknya.

“Kami mengingatkan orang tua agar protektif soal pergaulan anak-anaknya. Peran sekolah dan lingkungan juga sangat dibutuhkan untuk mengontrol kelakuan mereka di luar rumah,” tandasnya. (aji/b/feb/py)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s