Jelang Puasa, Disperindag Razia Miras

on

METROPOLITAN | BOGOR – Menjelang puasa, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Bogor bersama tim gabungan yang terdiri dari jajaran TNI, Polri dan Satpol PP menggelar razia minuman beralkohol (minol) atau minuman keras (miras) di warung kelontong dan Tempat Hiburan Malam (THM), Rabu (11/5) malam. Selain menyambut Ramadan, razia juga dilakukan sebagai bentuk pengawasan peredaran minol dan miras di Kota Bogor.

Razia dimulai sekitar pukul 17:00 WIB dan berakhir pukul 00:00 WIB. Para petugas dibagi menjadi dua tim untuk menyisir enam kecamatan yang ada di Kota Bogor. Tim pertama dipimpin Kepala Disperindag Kota Bogor Bambang Budianto dengan menyisir tiga kecamatan, yakni Bogor Selatan, Timur dan Utara. Sedangkan tim ke-2 yang dikomandoi Kabid Perdagangan Mangahit Sinaga menyisir Kecamatan Bogor Tengah, Barat dan Tanahsareal. Hasilnya, 525 botol minol atau miras golongan A disita petugas.

Kepala Disperindag Kota Bogor Bambang Budianto mengatakan, razia akan terus dilakukan sebagai bentuk pengawasan agar penjualan dan peredaran minol atau miras di Kota Bogor terkontrol. Sesuai Perwali Nomor 74 Tahun 2016, semua bar, hotel dan THM harus mempunyai izin untuk menjual miras dan melarang miras dijual di warung kelontongan.

Menurut Bambang, saat ini masih banyak tempat yang belum mengantongi izin penjualan minol. Secara keseluruhan, baru ada 14 izin penjualan minol yang dikeluarkan pemkot. “Dalam perwali itu dijelaskan tentang pengawasan minol. Penjualan minol tidak dilarang selama sesuai ketentuan dan berizin. Kami juga siap jika ada bar, hotel atau THM yang mengurus perizinan minol atau miras,” katanya.

Ia menambahkan, miras dibagi menjadi tiga golongan. Yakni golongan A yang mengandung kadar alkohol 5 persen ke bawah, golongan B dengan alkohol di atas 5 persen hingga 20 persen dan golongan C dengan alhokol 20 persen sampai 50 persen. Saat ini hanya minol golongan B dan C yang diberikan izin. Sehingga nantinya minol golongan A otomatis diperjualbelikan. “Aturannya sudah jelas. Jadi, kalau tidak berizin akan langsung kami sita. Harus ada izin dulu ke Disperindag,” tegasnya. (fin/b/ram/py)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s