Komisi II Beri ‘Lampu Hijau’

on

METROPOLITAN – Jelang habisnya masa jabatan direksi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Kahuripan, bos perusahaan pelat merah itu rupanya berniat mengajukan usulan penyertaan modal senilai Rp100 miliar. Suntikan dana itu rencananya akan digunakan untuk membiayai jaringan pipa yang rusak hingga mengakibatkan kebocoran air dan berpotensi hilangnya pendapatan mencapai Rp3,5 miliar.

Berdasarkan rapat evaluasi kemarin, Komisi II yang diketuai Yuyud Wahyudin menyisakan pekerjaan rumah (PR) bagi direksi PDAM Tirta Kahuripan. Sejumlah catatan pun diberikan Yuyud cs kepada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) pimpinan Hadi Mulya Asmat dalam rapat evaluasi triwulan, kemarin.

Di antaranya soal adanya potensi kerugian mencapai Rp3,5 miliar akibat pipa bocor dan pendapatan non-air berupa pemasangan pipa atau denda. “Rata-rata target triwulan mereka tercapai, kecuali dua hal di 2015 PDAM kehilangan 26 persen dari total produksi air sebanyak 75 juta kubik air. Mereka hanya bisa menyerap 61 juta meter kubik atau mengalami kerugian sebanyak 14 juta meter kubik,” kata Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Bogor Yuyud Wahyudin.

Politisi PPP itu menjelaskan, kerugian sebesar 14 juta meter kubik jika dikonfersi ke tarif rumah tangga yang per 20 meter per kubik seharga Rp5 ribu, maka kehilangan yang diderita PDAM bisa mencapai Rp3,5 miliar. Karena itu, pihaknya menyetujui pengajuan penyertaan modal PDAM Tirta Kahuripan sebesar Rp100 miliar untuk memperbaiki jaringan pipa yang rusak atau sudah usang.

“Kami menyetujui penyertaan modal sebesar Rp100 miliar untuk PDAM. Ini bisa dialokasikan untuk memperbaiki jaringan pipa. Kalau kondisi pipa baik, maka kerugian bisa menghilang atau menurun hingga 10 persen dari 26 persen,” jelasnya.

Yuyud menjelaskan, tujuan dari penyertaan modal ini untuk menekan kehilangan air. Asumsinya, hasil pengurangan kehilangan itu bisa dijual atau ada pasarnya. “Kami setuju karena investasi dari Rp100 miliar itu akan kembali dengan cara menekan kehilangan air,:” tuturnya.

Yuyud menekankan agar ada perbaikan dalam evaluasi berikutnya. “Makanya forum raker ini untuk mengingatkan hati-hati karena baru 28 persen atau triwulan ke depan harus ada perbaikan. Setidaknya, masih ada harapan dan barang kali di triwulan berikutnya dapat tercapai,” ujar Yuyud.

Sementara itu, Direktur Utama PDAM Tirta Kahuripan Hadi Mulya Asma mengaku, dari Rp100 miliar ini nantinya akan diajukan pada APBD 2017. Sedangkan dari penyertaan modal ini terbagi atas dua poin seperti perbaikan sebesar Rp80 miliar dan Rp20 miliar untuk pembuatan jaringan baru menggantikan kehilangan 42 ribu sambungan yang dilepas ke Depok.

“Secara umum seperti itu, soalnya yang dilepas ke Depok itu 42 ribu sambungan tentu mengancam pendapatan PDAM. Maka, bagaimana cara menggantikannya yakni butuh Rp20 miliar untuk perluasan dengan pipa kecil,” tutupnya. (rez/b/feb/wan)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s