Dewan Desak Dugaan Pemalsuan Data Nikah Diusut

on

METROPOLITAN | CISARUA – Terkuaknya dugaan pemalsuan data nikah yang dilakukan oknum Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor berbuntut panjang. Pernikahan antara Siti Mariam, warga Desa Batulayang bersama Allaam S Sarsour berkewarganegaraan Palestina jadi bahan perbincangan.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor Iwan Setiawan mendesak agar kasus tersebut diusut tuntas lembaga penegak hukum. ”Kasus ini jangan dibiarkan dan harus diusut tuntas,” tegas Iwan saat dikonfirmasi wartawan melalui telepon selulernya, kemarin.

Menurut politisi Partai Gerindra itu, dugaan pemalsuan data pernikahan warga lokal dan asing ini sudah masuk institusi negara sehingga harus ditindak tegas.

Iwan menyatakan, permasalahan yang saat ini muncul di daerah pemilihannya itu dianggap masuk kategori sindikat. Sebab, untuk mendapatkan buku nikah antara warga lokal dengan warga asing, tidak mudah dan harus memenuhi berbagai persyaratan. ”Saya sangat menyesalkan kejadian ini, apalagi kalau sampai data untuk persyaratan nikahnya ada kejanggalan. Namun, KUA malah mengeluarkan buku nikah kedua pasangan tersebut,” jelasnya.

Sementara Kepala Desa Jogjogan Dedi Suparman mengaku pihaknya merasa dirugikan dengan adanya pemalsuan data nikah tersebut. Terlebih, dalam persoalan itu pihaknya tidak tahu-menahu. ”Kami juga sebagai korban bisa saja kami menuntut oknum yang memalsukan surat Numpang Akad (NA) beserta stempel pemerintahan desa tersebut,” imbuhnya.

Terbongkarnya dugaan pemalsuan data nikah antara Siti Mariam dan Allaam S Sarsour, berawal ketika staf KUA Cisarua memperlihatkan sebundel berkas persyaratan pasangan beda negara itu. Saat dilihat, ternyata ada kejanggalan data kepemilikan Siti Mariam dalam identitas Kartu Tanda Penduduk (KTP)-nya.

Ia tercatat sebagai warga Desa Batulayang serta sudah memiliki suami dengan satu anak bernama Ramdan berusia tujuh tahun yang sesuai Kartu Keluarga (KK). Namun, untuk melangsungkan pernikahannya, malah menggunakan surat NA dari Desa Jogjogan dan berstatus masih gadis dengan kepala desa bernama Cecep. (ash/b/feb/run)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s